Optimalisasi dan Strategi dalam Memenuhi Likuiditas Perbankan

Dewasa ini, setiap negara harus memiliki sistem perbankan untuk mengatur dan memajukan perekonomian negara tersebut. Sistem perbankan itu sendiri dibilang mumpuni, jika Bank Sentral dan Bank Umum yang ada di negara itu sendiri mempunyai akreditasi dan “image” baik di masyarakat. Menurut orang awam seperti saya, Akreditasi dan “Image” baik yang dibuat oleh Bank tercermin dengan banyaknya nasabah yang menyimpan uang mereka, likuiditas bank itu sendiri, serta banyaknya orang yang meminjam uang kepada bank tersebut karena penyaluran kredit yang mudah.

Dalam hal ini, Bank sebagai lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat, berperan aktif dalam mengatur peredaran uang di masyarakat. Seperti review saya sebelumnya mengenai bank, tugas bank itu sendiri bukan hanya menghimpun dana masyarakat, tetapi juga harus menyalurkan uang kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Fungsi penyaluran kredit selain membantu sebagian orang untuk berinvestasi/ekspansi, tetapi disisi lain bank juga berpikir jika ia mengeluarkan kredit, maka bank itu sendiri akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk bunga (Interest Spread Income).

Berbicara tentang penyaluran kredit, LDR harus diperhitungkan oleh suatu bank. LDR atau Loan to Deposit Ratio adalah standar yang digunakan untuk mengukur banyaknya kredit yang dapat diberikan kepada masyarakat serta mengukur likuiditas bank tersebut. Ini juga akan berhubungan dengan pilihan setiap bank terhadap penyaluran kredit yang diterapkannya, berikut sifat bank terhadap penyaluran kredit kepada masyarakat :

  1. Konservatif

Bank akan cenderung Konservatif jika cadangan deposit/capital bank itu sendiri rendah sehingga penyaluran kredit terhadap masyarakat dibatasi, sehingga menyebabkan LDR rendah.

 

  1. Moderate

Bank akan cenderung Moderate jika cadangan deposit/capital bank itu sendiri seimbang dengan penyaluran kreditnya terhadap masyarakat. Ilustrasi nilai LDR moderate berkisar 40%-60% sehingga penyaluran kredit terhadap masyarakat akan seimbang dengan cadangan deposit bank tersebut.

 

  1. Ekspansif

Bank akan cenderung Ekspansif jika cadangan deposit/capital bank itu besar dan disusul dengan kemampuan penyaluran kredit yang besar juga kepada masyarakat. Penyaluran kredit yang besar memicu nilai LDR yang semakin besar, namun menyebabkan pula likuiditas bank tersebut berkurang. Kemampuan Bank dalam memberikan kredit dapat  dengan ekspansif dapat mencapai 110%.

Setiap pilihan bank yang dilakukan dalam penyaluran kredit, apakah ingin Konservatif, Moderate atau Ekspansif akan mempengaruhi resiko dan pendapatan bank itu sendiri. Seperti berinvestasi pada pasar modal, semakin besar penyaluran kredit yang diberikan kepada masyarakat, semakin tinggi pula pendapatan bunga yang diperoleh dan resiko tidak kembalinya dana tersebut (High Risk, High Return). Berbicara tentang pendapatan yang besar oleh bank, sebagian orang hanya menganggap bahwa pendapatan bank hanya didapatkan dari pendapatan bunga yang diperoleh sebagai keuntungan dari pemberian kredit, tapi kenyataannya pendapatan yang diperoleh bank diperoleh juga dari jasa-jasa bank yang dilakukan kepada masyarakat yang akan menimbulkan berupa uang balas jasa dari nasabah (Fee Based Income). Berikut ini macam-macam Fee Based Income:

  • Kliring
  • Pertukaran Valuta Asing (Valas)
  • Transfer antarbank
  • Safe Deposit Box
  • Inkaso
  • Letter of credit & Bilyet Giro

Macam-macam Fee Based Income disebut juga Dana Pihak Ketiga (DPK). Dari dua pos pendapatan bank yaitu Interest Spread Income Fee Based Income, bank harus mengoptimalisasi dan efisiensi kemampuan bank dalam menghasilkan keuntungan, dengan cara memperbesar pendapatan pos melalu dua pos tersebut dan meminimalisasi biaya yang dikeluarkan untuk operasional bank.

Jika bank ingin melakukan optimalisasi dari segi pendapatan, maka bank tersebut harus menambah jumlah DPK yang bank tersebut miliki. Menambah jumlah DPK pada suatu bank tidak semudah yang diperkirakan, karena ada cost yang besar dengan menambahkan fasilitas dan kemudahan bertransaksi dengan nasabah, yaitu Integrasi Data Base. Selain itu, ada cara lain yang dapat dilakukan bank agar pendapatannya bertambah, dengan cara menambah penyaluran kredit (Loan) harus tinggi, –> LDR Tinggi –> CAR Tinggi. Selain harus mengoptimalkan pendapatkan, bank juga harus memikirkan cara untuk melakukan efisiensi pada biaya mereka, berikut cara melakukan efisiensi biaya pada bank :

  1. Kegiatan Operasional.
  2. Human Resources.

Kejadian mengoptimalisasi dan melakukan efisiensi pada dalam memperoleh laba yang maksimal pada suatu bank disebut Productivity Paradoks.

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, bahwa setiap bank memiliki likuiditas yang baik. Likuiditas yang baik diukur dari LRR (Legal Reserve Requirement). Komponen dari LRR adalah RR dan ER yang membentuk satu instrument, menjadi Rekening Koran pada BI. Hal yang dapat terjadi pada sebuah bank yang menentukan kesiapan bank dalam menghadapi kejadian yang tak terduga (Rush) dalam perbankan:

rk koran

Untuk menghadapi kejadian seperti itu, pemerintah harus melakukan penyuluhan Risk Management terhadap bank agar mengetahui resiko kredit yang diberikan kepada nasabah.

Satu lagi femonena yang cukup mencengangkan dan membuat resah karena dapat mengkapitalisasi perekonomian di suatu negara, fenomena tersebut disebut Konglomerasi Perbankan

kp

 

 

Pada gambar diatas, terjadi skema Konglomerasi dalam Perbankan di indonesia, yang diawali dengan :

  1. Pada tahun 2014, suatu bank bernama “Siti Bank” berpikir untuk melakukan ekpansi dalam bidang industry keuangan dengan menciptakan beberapa perusahaan, salah satunya : PT X (Leasing). PT. X dalam bidang leasing ini didirikan agar bank dapat memperoleh Interest Spread Income secara utuh yang diperoleh dari usaha PT. X dalam hal meminjamkan barang untuk di sewakan dan menberikan bunga kepada si peminjam tersebut
  1. Setelah berdirinya PT. X, PT. X mulai merasa bahwa perusahaan tersebut harus mengembangkan sayapnya (Ekspansi) dengan membuat lembaga yang memberikan kredit pada masyarakat dalam pembelian kendaraan atau barang elektronik sangat menguntungkan. Akhirnya pada tahun 2014 juga, PT. X resmi mendirikan PT. SETRA yang akan saling bersinergi dengan PT. X  sebagai induk perusahaan untuk menawarkan pembelian kendaraan secara kredit,
  1. Setelah mendapatkan keuntungan signifikan dari pendapatan bunga (Interest Spread Income) dari penjualan kendaraan bermotor dengan kredit, maka secara tidak langsung PT. SERTA telah menyetorkan sejumlah Interest Spread Income kepada Siti Bank sehingga menambah capital bank tersebut.
  1. Setelah sekian lama mendirikan PT. X, ternyata diliat suatu kontrak perjanjian yang menguntungkan antara PT.X dengan PT. ZK karena PT.ZK selama ini mendapatkan pembayaran premi yang rutin dari PT. X untuk menjamin keselamatan asset PT.X dan memindahkan resiko penggantian jika ada kejadian tak terduga, seperti kecelakaan, kehilangan, dll. Sehingga Siti bank ingin mendapatkan keuntungan dari simbiosis mutualisme antara PT.X dengan PT. ZK dengan cara meminta secara halus kepada PT.ZK untuk menjual saham atau obligasi mereka, agar dapat dibeli oleh Siti Bank. Sehingga secara tidak langsung, Siti Bank juga ikut “memiliki” perusahaan PT. ZK.
  1. Pada alur sebelumnya, Siti Bank sudah mengoptimalisasi dan melakukan ekspansi demi menggenjot pendapatan perusahaan mereka. Pada alur ini juga, Siti Bank merasa bahwa akan terlalu beresiko jika nanti perusahaan-perusahaan yang ia miliki, mengalami kebangkrutan, sehingga menghabiskan capital bank untuk membayar semua hutang dan akan dilikuidasi oleh pemerintah. Maka Siti Bank berpikir untuk menjual sebagian saham yang dimiliki oleh banknya untuk dibeli oleh masyarakat, dengan cara menjual saham/obligasi di Bursa Saham. Cara ini dilakukan agar Siti Bank menjadi Perusahaan Terbuka sehingga tidak dapat dilikuidasi dan dibubarkan oleh Bank Indonesia.
  1. Pada suatu hari, PT. X kehilangan Asset perusahaan yang berupa motor, karena terjadinya kecelakaan, dan PT. X harus mengganti motor customer tersebut dengan yang baru. Pada saat itu, ternyata PT. X sudah mengestimasi akan terjadinya kejadian kecelakaan sewaktu-waktu, sehingga dia sudah memindahkan resiko penggantian dari motor yang mengalami kecelakaan kepada PT. ZK dengan uang premi yang dibayarkan PT.X sebesar 10.000 setiap bulan dalam jangka waktu 5 tahun, yang akan dijanjikan oleh PT.ZK akan mendapatkan uang penggantian sebesar RP 10.000.000.
  1. Setelah PT.ZK menerima klaim dari PT.X, ternyata PT. ZK hanya mampu membayar sejumlah Rp 2.000.000 setara dengan premi Rp 2000, sehingga dia bekerja sama lagi dengan PT. KL untuk melunasi tagihan klaim tersebut, dengan menjanjikan pembagian premi sebesar Rp 8000, maka PT. KL harus melunasi klaim PT.X sebesar Rp 8.000.000.
  1. Ternyata ditengah kesepakatan tersebut, PT. KL pun hanya sanggup membayar sebesar Rp 2.000.000 sehingga melimpahkan klaim tersebut kepada PT.OP yang akan membayar Rp 6.000.000 sehingga dapat melunasi klaim PT.X dan sebagai imbalannya PT.KL harus membagi premi yang mereka miliki sebesar Rp 6.000 kepada PT.OP. Kejadian ini disebut Retrocessi
  1. PT. OP ternyata tidak ingin melunasi klaim perusahaan PT. X dengan capitalnya sendiri, maka dibentuk 3 perusahaan, yaitu PT.OK, PT. LO, PT. MO yang bertugas mencari dana secept mungkin pada pasar modal.
  2.  Ketiga Perusahaan bentukan PT.OP akhirnya ikut dalam jual beli saham/obligasi di pasar saham yang sama tempatnya dengan saham Siti Bank, ketiga perusahaan tersebut berminat membeli Saham Siti Bank dengan total persentase keseluruhan sebesar 60%. Besarnya presentase kepemilikan saham tersebut, menjadikan Siti Bank secara tidak langsung “dimiliki” oleh PT.OP yang dapat mengatur kebijakan Siti Bank. Alur Ini semua disebut Konglomerasi Perbankan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s