Review Bank dan Pasar Modal sebagai Lembaga Keuangan

Pada review saya kali ini tentang mata kuliah Bank dan lembaga keuangan 2, saya akan membahas tentang Bank sebagai perantara keuangan serta Pasar Modal yang menjadi pilihan sebagai orang untuk sumber pendanaan atau memperbanyak kekayaan. Sebelum membahas lebih jauh, kita akan berbicara dulu tentang definisi bank itu sendiri. Bank adalah suatu lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dan disalurkan lagi ke masyarakat dalam bentuk aset keuangan lain, misalnya kredit, surat berharga, giro dan aktiva produktif lainnya.

Bank sebagai lembaga perantara keuangan yang dimaksud adalah bank dipercaya sebagai lembaga yang dapat menghimpun dana masyarakat dalam bentuk tabungan, giro, dan deposito dan dana yang sudah terkumpul tersebut akan disalurkan lagi oleh bank untuk masyarakat yang ingin meminjam uang dengan alasan yang beragam. Berikut skema Bank dalam menghimpun dana dan menyalurkannya lagi kepada masyarakat :

1

Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa orang mau menabung di bank padahal banyak yang dilakukan seseorang jika ingin menyimpan uang, contoh : dengan cara menyimpannya dirumah dengan brankas atau dimasukan kedalam wadah lain. Untuk menjawab pertanyaan diatas, maka saya akan menjelaskan alasan mengapa orang ingin menabung di Bank.

Alasan Seseorang ingin menaruh uangnya atau menabung di bank :

  1. Interest (Bunga)

= Naluri Manusia jika kita sebagai manusia ingin mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dan meminimalisasi resiko yang diakibatkan dari pilihan yang kita pilih. Begitu juga dengan seseorang menabung di bank. Karena bank menjanjikan bunga yang dianggap sebagian orang menguntungkan dan dapat menambah kekayaan orang tersebut, maka sebagian orang pun memanfaatkan kesempatan tersebut.

  1. Risk (Resiko)

= Sama halnya dengan pengertian diatas, manusia ingin meminimalisasi resiko yang didapatkan jika memilih suatu pilihan tersebut. Maka, Bank adalah tempat untuk menmindahkan resiko yang akan kita terima jika kita menyimpan uang dirumah. Yang dimaksud memindahkan resiko atau yang disebut juga dengan Transfer of Risk akan diilustrasikan sebagai berikut : Jika Seseorang bernama Mawar mempunyai uang sebesar Rp 100 juta, maka akan terlalu beresiko jika ia menyimpannya didalam rumah. Bisa saja terjadi kebakaran atau pencurian yang jika itu terjadi maka dia akan merugi, sedangkan jika ia menyimpan uangnya di bank, maka bank akan menjamin keamanan dan keberadaan uang tersebut sehingga disitulah Mawar akan merasa dia selalu memiliki uang 100 juta rupiah tersebut tanpa takut kehilangan sepeserpun.

  1. Investasi (Investment)

= untuk sebagian orang yang merasa sudah menggunakan uang yang ia miliki untuk berkonsumsi, berbelanja barang-barang sekunder dan tersier serta menyediakan uang untuk ada kejadian yang tidak terduga, maka ia akan berpikir untuk menimbun kekayaannya untuk keberlangsungan hidup di masa depan. Maka Investasi  di bank dipilih sebagian orang dengan cara melakukan Deposito, Reksadana dan Product Investasi lainnya yang ada di bank.

 

Selain menabung, Bank juga mempunyai fungsi untuk meminjamkan uang ke masyarakat demi keberlangsungan investasi yang dimiliki masyarakat. Berikut alasan mengapa orang mau meminjam uang  di bank :

  1. Investasi (+Capital)

= investasi yang dimaksudkan adalah mendapatkan tambahan dana untuk memajukan usaha yang sedang dijalankan atau disebut juga Ekspansi. Hal tersebut menjadikan perusahaan tersebut mempunyai tambahan capital untuk modal operasi perusahaan.

  1. Menambah kapasitas / Cash flow

= jika mendapatkan tambahan dana dari bank dalam bentuk hutang, maka perusahaan cenderung akan menambah pembelian produk ekspansi serta memperbanyak kapasitas produksi, serta menambah pemasukan kas.

  1. Trusted

= bank adalah lembaga yang terpercaya, maka banyak orang yang ingin meminimalisasi resiko dengan mengajukan pinjaman ke bank.

  1. Ketersediaan Dana

= karena bank adalah lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat, maka dana yang dimiliki suatu bank terbilang banyak, dan ini yang mendasari bank tersebut disebut lembaga yang memiliki ketersediaan dana yang cukup. Dana dan kepercayaan adalah double coincidence yaitu variable yang saling berkaitan yang harus ada dalam suatu lembaga yang meminjamkan uang.

Pada kenyaataannya, bank juga walaupun hanya sebagai perantara keuangan tapi bnk itu juga ingin mengambil keuntungan dari proses keuangan tersebut. Peristiwa ini disebut Interest Spread. Interest Spread adalah keuntungan yang diambil dari selisih bunga kredit dengan bunga menabung. Berikut rumus Interest Spread : i2>i3>i2

Setelah membahas bank sebagai lembaga perantara keuangan yang dianggap sudah cukup memberikan keuntungan bagi nasabah yang menyimpan dana dan orang yang meminjam uang, beberapa orang malah berpikir untuk meningkatkan kekayaannya bukan hanya dengan berinvestasi di bank, namun Berinvestasi di Pasar Modal.

 

Berikut ilustrasi dalam berinvestasi di Pasar Modal, jika Perusahaan A ingin meminjamkan uang kepada perusahaan B tanpa melalui bank, maka produk untuk investasi adalah saham dan obligasi. Pada pilihan pertama, Perusahaan B menawarkan investasi dalam bentuk obligasi dalam bentuk obligasi yang sudah didiskonto. Yang dimaksudkan obligasi yang sudah didiskonto adalah obligasi yang ditawarkan oleh perusahaan B kepada perusahaan A dengan harga Rp 10.000.0000 dengan bunga 10% namun didiskonto oleh perusahaan B sebesar Rp 500.000, maka harga obligasi yang tetap Rp 10.000.000 yang berbunga 10%, namun perusahaan A hanya membeli sebesar Rp 9.500.000.

Pada pilihan kedua, perusahaan B menawarkan investasi yang menjanjikan kepemilikan terhadap perusahaan A, investasi dalam saham perusahaan B. Pada opsi ini, perusahaan B menjanjikan dividen yang akan diberikan kepada perusahaan A. Dividen yang dijanjikan oleh perusahaan terkadang tidak sesuai yang diharapkan, baik oleh pemilik perusahaan maupun manajemen itu sendiri. Kejadian tersebut menimbulkan konflik kepentingan antara manajemen dengan pemilik usaha yang sering disebut juga Contingency Theory.

Berikut skema dari kegiatan Perusahaan A dan Perusahaan B :

2

Berbicara tentang berinvestasi pada pasar modal, Perusahaan A dan perusahaan B termasuk komponen dari pasar modal. Misal perusahaan A akan membeli saham  perusahaan B pada tanggal 26 juni jam 11.00 sebesar Rp 10.000/lembar. Namun pada saat hari yang sama pada jam 14.00 sebesar Rp 11.000/lembar. Kejadian tersebut menimbulkan Capital Gain (Short Selling). Namun, keuntungan tersebut belum real didapatkan. Namun keesokan harinya, pada jam 16.00 terjadi penurunan sebesar Rp 9500/lembar. Dan turun kembali keesokan harinya sebesar Rp 9200/lembar. Hal tersebut menyebabkan terjadinya kerugian terhadap pembelian saham (Capital loss). Maka diperlukan seorang analysis pada perusahaan A untuk memperkirakan kapan perusahaan A harus membeli dan menjual saham perusahaan B tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s