Analisis Mengenai Konsep Flow dan Konjungtur dalam Ekonomi Makro

UAS TEORI EKONOMI 1

Analisis Mengenai Konsep Flow dan Konjungtur dalam Ekonomi Makro

Image

disusun oleh :

Eka Vidiaztuti Untari

22212420/SMAK-06/03

Pada analisis kali ini, akan menjelaskan tentang konsep flow dan konjungtur dalam ekonomi makro. Konsep flow dan konjungtur selalu berkaitan sebab terjadi aliran/ flow yang menjelaskan tentang konjungtur itu sendiri dalam ekonomi. Berbicara tentang kongjungtur, tidak dapat lepas dari sistem ekonomi. Sistem ekonomi suatu negara, akan selalu mengalami gelombang pasang surut pertumbuhan ekonomi beserta indikator-indikatornya seperti kesempatan kerja, investasi, tabungan, tingkat suku bunga, besarnya anggaran negara. Sebelum kita membahas lebih lanjut, dibawah ini penjelasan mengenai teori konjungtur.

Teori konjungtur

Menurut Sadono, konjungtur adalah kenyataan yang berlaku dalam perekonomian yang menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi tidak berkembang secara teratur tetapi mengalami kenaikan atau kemunduran yang selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Gambaran atau grafik mengenai konjungtur adalah suatu grafik yang menunjukkan perubahan pendapatan nasional dan kegiatan ekonomi dari satu waktu ke waktu lain.

Ekonomi tidak bisa tumbuh terus tanpa batas. Kehidupannya selalu ditandai oleh fluktuasi dengan periode meningkatnya kegiatan ekonomi, disusul dengan titik puncak yang sekaligus merupakan titik balik (the upper turning point). Terjadi krisis, yang disusul dengan periode menurunnya kegiatan ekonomi, atau baisse, sampai tingkat pertumbuhan dan besaran-besaran makro ekonomi lainnya mencapai titik paling rendah. Terjadilah titik balik terendah (the lower turning point), disusul dengan periode kenaikan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi, atau economic boom, atau hausse lagi. Gejala pasang surutnya kegiatan ekonomi secara periodik di dalam teori ekonomi disebut business cycle atau conjunctuur.

Gelombang konjungtur (economic cycle) adalah naik turunnya kegiatan ekonomi dari waktu ke waktu (Business Cycle). Naik turunnya kegiatan ekonomi membentuk satu gelombang. Kegiatan ekonomi:

1. Menaik (recovery) = Pemulihan

Maksud dari pemulihan itu sendiri adalah bisnis yang sudah mengalami kebangkrutan harus disuntikkan lagi agar dapat memulihkan perusahaannya sendiri agar dapat berproduksi lagi.

2. Sampai pada puncak paling atas (prosperity) / Ekspansi

Maksud dari menanjak dan ekspansi adalah jika perusahaan tersebut sudah mulai berproduksi, maka perusahaan akan memulai memasarkan produk. Jika perusahaan tersebut sudah memasarkan dan merambah seluruh pasar, maka bisa dikatakan perusahaan tersebut sudah melakukan ekspansi dan sudah sampai pada puncak paling atas.

3. Menurun (recession) = kelesuan

Maksud dari kelesuan disini, adalah jika perusahaan sudah memasarkan produk, ternyata produk dari perusahaan tersebut sudah tidak laku, maka perusahaan tersebut mengalami kelesuan dalam berproduksi.

4. Sampai puncak paling bawah (depression) = kemerosotan

Maksud dari kemerosotan adalah setelah mengalami resesi, jika segera ditangani maka perusahaan tersebut bisa bangkrut dan mengalami kemerosotan. Kemerosotan tersebut disebabkan banyak produksi berkurang, tidak menjaga kualitas produk serta terjadi KKN dalam perusahaan tersebut.

Dibawah ini merupakan kurva konjungtur yang terjadi pada ekonomi :

Image

Keterkaitan antara konsep flow dan konjungtur dalam kasus dunia nyata adalah mengenai aliran yang terjadi tentang konjungtur antara jumlah pertumbuhan yang stabil dengan pendapatan nasional sebenarnya. Maksud dari penjelasan diatas, terjadi aliran atau siklus yang terjadi pada ekonomi 4 sektor yaitu sektor rumah tangga, perusahaan, pemerintah dan luar negeri yang mengakibatkan kurva yang diperkirakan akan lurus seperti garis anggaran, malah justru membentuk kurva konjungtur. Masalah perekonomian dalam suatu negara antara lain :

  1. Pendapatan nasional dari sektor pajak dan sektor penghasilan lainnya mengalami penurunan yang tidak sesuai dengan harapan
  2. Konsumsi rumah tangga yang tidak sesuai dengan perkirakan yang ditaksir pemerintah.
  3. Faktor ekspor dan impor yang dilakukan suatu negara.
  4. Kontraksi ekonomi yang terjadi disuatu negara, seperti inflasi, deflasi, melemahnya rupiah dll.

Masalah-masalah diatas dapat menyebabkan kurva pendapatan nasional tidak sesuai dengan gambaran aslinya menjadi kurva konjungtur. Berikut kejadian-kejadian di negara indonesia yang disebabkan karena kurva konjugtur : Kondisi Krisis Moneter 1997 dan Krisis Keuangan Global 2008.

Dengan adanya penjelasaan diatas, kita harus menangani kurva konjungtur agar tidak berdampak resesi atau jangan juga selalu meningkat tetapi tiba-tiba merosot ke titik paling rendah. Penanganan yang dilakukan yaitu : dengan melakukan kebijakan fiskal dan moneter yang dilakukan oleh pemerintah, mendorong konsumsi rumah tangga dengan cara menetapkan UMR sewajarnya, serta mendorong agar mata uang menguat terhadap mata uang asing dengan cara memperbaiki neraca pembayaran hutang terhadap luar negeri.

Sumber : Buku Teori Ekonomi Makro, Penerbit : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. http://www.fe.unud.ac.id/ep/wp-content/uploads/15.-Peng-Ekonomi-Makro-EKU-1121.doc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s